WhatsApp Image 2024-06-04 at 09.02.19_b00f8b74
Cerpen: Camping Sebelum Berpisah

Karya : Raisul Akram
Kelas : VI Ar-Rasyid

Hari selasa tanggal 28 Mei 2024, tepatnya pada pagi hari , datanglah seorang ibu yang mengabarkan kepada aku dan teman-teman bahwasannya akan adanya perpisahan untuk kami yang kelas 6 ini. Acara Perpisahannya di laksanakan pada tanggal 29 sampai 30 Mei di pasir putih dan nama tempatnya yaitu “Badrun Garden`”. Aku sangat senang mendengar kabar ini. Tak sabar menunggu akan datangnya hari itu. Setelah mendengar kabar adanya perpisahan, aku langsung memberitahu ayah dan ibuku dirumah…

Aku ceritakan semuanya mulai dari lokasinya,biayanya hingga apa saja keperluan yang harus dibawa.. dan Alhamdulillah aku di izinkan mengikuti acara perpisahan ini, aku sangatlah gembira.Sekarang tibalah hari yang ditunggu-tunggu, hari rabu pagi aku diantar oleh ibuku ke masjid Lambaro, disitulah kami semua berkumpul sebelum berangkat. Aku melihat teman-teman sudah mulai berkumpul dengan membawa barang nya masing-masing, mobil bus yang nantinya mengantarkan kami juga sudah berada di sana..

Tak lama, tibalah ibu Kepala Madrasah yaitu Ibu Naswati yang kami tunggu-tunggu.. ibu langsung mengarahkan aku dan teman-teman untuk berfoto bersama… hari sudah mulai sangat panas… cuaca hari ini sangatlah cerah teman-teman…. Aku tak sabar ingin menaiki bus yang membawa kami berkeliling Banda Aceh. Aku dan teman-teman akhirnya dibagikan penentuan bus masing-masing…

Tujuan pertama kami adalah ke Museum Tsunami lalu ke Museum Aceh…setibanya di Museum Tsunami aku dan teman-teman langsung masuk kedalam dengan didampingi oleh ibu guru. Aku melihat berbagai peninggalan dari kejadian Tsunami yang terjadi pada tahun 2004.. tau gak teman-teman yang membuat aku merinding waktu aku memasuki ruangan sumur doa disana banyak sekali nama yang menjadi korban Tsunami.

Setelah berkeliling, aku dan teman-teman melakutkan perjalanan ke Museum Aceh.. aku mulai masuk kedalam rumoh Aceh melihat-lihat sejarah aceh mulai dari uang zaman dulu, tempat tidurnya dan masih banyak lagi… setelah itu aku melanjutkan pergi ke gedung yang lain yang ada disana banyak sekali peninggalan-peninggalan zaman dahulu jugaa loh teman-teman, mulai dari baju daerah, keris, bahkan rempah-rempah juga ada disana teman-teman… ketika kita lewati ruangan itu sangatlah harum tercium aroma rempah-rempahnya..

Tidak berlama-lama,kami melanjutkan perjalanan ke kapal apung, dan ternyata tempanya sudah tutup karena waktu sholat zuhur. Kamipun melanjutkan perjalanan ke pasir putih.. sepanjang perjalanan kami melewati rumah-rumah… jalannya juga berbelok-belok teman-teman…

Tak terasa sudah sampai di lokasi wisata Badrun Garden, saya dan teman-teman langsung beristirahat dan makan siang, setelah itu ibu kepala madrasah membagi kami menjadi beberapa kelompok, saya dan teman-teman langsung membuat tenda bersama teman kelompok masing-masing untuk persiapan tidur nanti malam. Selesai membuat tenda, ada salah satu ibu mengatakan bahwa sesudah membuat tenda kami diperbolehkan mandi laut.. mendengar itu kami semua sangatlah senang sambil berteriak hore.. hore.. hore…

Ketika sedang asik mandi laut bum….tiba-tiba kaki ku terkena batu karang… awalnya aku tidak merasakan bahwa kaki ku terkena batu karang, namun ketika aku naik ke atas pasir, aku melihat kakikku sudah terluka dan berdarah… dan itu sangatlah perih…

Aku langsung menjumpai salah satu guru untuk diberikan obat. Kata ibu Afni aku tidak boleh mandi laut dulu, karena darahnya masih keluar. Akupun mematuhi apa yang disampiakan ibu Afni..

Malam pun tiba… aku dan teman-teman diarahkan untuk nobar flm layar tancap. Namun sebelum flm diputar, pak furqan memutarkan terlebih dahulu video lucu.. ternyata adalah foto kami semuanya. Mulai dari wajah jelek, bahkan kenangan bersama teman-teman dan guru di MIN 27 Aceh Besar, melihat itu aku sangat sedih tapi tidak nangis ya teman-teman hehehe…kami menonton sambil makan jagung rebus….

Setelah itu barulah pak furqan memutarkan flm india yang menceritakan tentng anak yang tidak bisa menulis,membaca bahkan mengikat sepatu aja tidak bisa, ia juga di bully oleh temannya karena berbeda dengan teman-temannya,, flmnya itu sangat seru dan lucu…. kami tertawa menontonya..

Keesokan harinya kami melakukan senam pagi, setelah senam pagi kami lanjutkan mandi laut, mulai dari pukul 08.00 pagi sampai pukul 12.00 siang. Sedang asiknya mandi, tiba-tiba kami diajak untuk bermain game bersama dan sangtlah seru, walaupun kelompok ku tidak menang hehehe…

Waktu menunjukkan pukul 14.00 siang waktu di mana acara perpisahan dimulai,Ibu Naswati sebagai kepala Madrasah menyampaikan nasehat untuk kami dan mengucapkan terimakasih kepada kami dan orang tua kami semua selama 6 tahun ini sudah dapat bekerjasama dan membantu Madrasah, setelah itu ada juga Ibu Siti Hajarah yang menjadi wali kelas aku dan teman-teman di kelas Ar-Rasyid juga menitip pesan “wahai anak-anakku jagalah dirimu baik-baik agar kelak bisa membanggakan kami di MIN 27 ini jangan kalian mengecewakan kami” pesan ini akan kami ingat..

Setelah itu ada penampilan dari kelas VI Al-Alim yaitu memparodikan gaya guru –guru yang ada di MIN 27 Aceh Besar ketika saat belajar. Dan itu membuat kami semua tertawa.. mereka mempraktekkan sangatlah lucu..Terakhir kami bersalam-salaman dengan ibu bapak guru dan meminta maaf atas segala kesalahan selama ini. Saya berterimakasih kepada ibu bapak guru semuanya yang telah menagajarkan saya selama 6 tahun ini.. Setelah bersalam-salaman kami bersiap-siap untuk pulang, membereskan baju, membersihkan halaman dan membuka kembali tenda. Sampainya di lambaro sudah pukul 17.30.. camping sekaligus perpisahan ini tidak pernah aku lupakan…

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

Prestasi Literasi Sekolah

DATA PRESTASI PESERTA DIDIK TAHUN 2019 – 2023 NO. NAMA PESERTA DIDIK JUARA BIDANG LOMBA TINGKAT 1 MUHAMMAD IRSYAD I OLIMPIADE IPA LEVEL 1 NASIONAL 2 DI AHMAD UMRAITHI I OLIMPIADE IPA LEVEL 2 NASIONAL 3 AHMAD ARIB I OLIMPIADE MTK LEVEL 2 NASIONAL 4 AHMAD ARIB III OLIMPIADE POSI (IISC) NASIONAL 5 AHMAD AFKAR

Baca selengkapnya...